Dukung Promosi Lampu Hemat Energi, Philips Terus Memerangi Pemanasan Global
JAKARTA - Royal Philips Electronics terus memperlihatkan bahwa solusi untuk mengurangi konsumsi energi dapat dilakukan dengan sederhana, tanpa mengompromikan kualitas kehidupan.
"Di Philips, kami percaya untuk selalu menyediakan solusi sederhana untuk masalah kompleks seperti pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)," kata Theo van Deursen, anggota dari Board of Management Royal Philips Electronics dan CEO dari Philips Lighting.
Dia mencontohkan, rata-rata portfolio produk penerangan hemat energi kami dapat menghemat listrik hingga 40 persen, dan beberapa di antaranya dapat menghemat biaya hingga 80 persen tanpa berkompromi dengan mutu dan kualitas produk. "Kami meyakini bahwa saat ini adalah waktunya bagi setiap orang untuk bertindak dan karena itulah kami menawarkan produk hemat energi dengan pilihan-pilihan yang lebih luas kepada konsumen," ujarnya.
Philips, yang memperkenalkan bola lampu hemat energi pada tahun 1980, telah meletakkan peningkatan lingkungan di dalam desain produk mereka sebagai pusat perhatian dalam bisnis mereka.
Dengan strategi ini, Philips Lighting berharap akan dapat terus melanjutkan jalur pertumbuhan seperti saat ini. Harapan ini didukung oleh fokus berkelanjutan pada inovasi berbasis pasar (market driven) dan percepatan adopsi dari bentuk pencahayaan ramah lingkungan yang sejalan dengan strategi Philips baru-baru ini, yaitu EcoVision.
Disebutkan, pertumbuhan permintaan yang cepat akan solusi pencahayaan hemat energi. Saat ini, 75 persen lampu di dunia menggunakan sistem warisan lama, dan pertumbuhan kesadaran akan solusi lampu hemat energi diharapkan akan membawa pengaruh yang potensial pada tingkat penjualan.
Meningkatnya permintaan untuk solusi pencahayaan lanjutan pada pasar-pasar muda seperti ASEAN. Philips mengharapkan dapat terus masuk ke dalam potensi pasar ini. 15 persen dari penjualan grup di tahun 2006 dihasilkan oleh Green Products yang berpadanan dengan jumlah turnover sebesar EUR 4 miliar.
Phillips bertujuan meningkatkan operasi efisiensi energinya hingga 25 persen dan pada akhir 2008 seluruh kantor-kantor perusahaan akan dilengkapi dengan sistem pencahayaan hemat energi, seperti halnya pengurangan emisi gas rumah kaca yang akan direalisasikan dalam tahap produksi dan distribusi. Akhirnya, Philips berencana menggandakan investasinya dalam inovasi produk hemat energi hingga 1 miliar euro untuk lima tahun berikutnya.
Pada 7 Juli 2007, Philips membangun kerja sama dengan The Alliance for Climate Protection dan Live Earth. Bekerja sama juga dengan Al Gore, Philips mengilhami lebih dari dua miliar orang untuk melakukan tindakan sederhana, seperti mengganti bola lampu, untuk beralih ke kehidupan yang lebih hemat energi.
Lebih spesifik lagi, sejak Philips meluncurkan website Philips www.asimpleswitch.com, para pengunjung telah berkomitmen untuk menukar 3,3 juta lampu bohlam pada produk alternatif yang hemat energi semenjak kampanye yang dimulai awal Juli tahun ini. Akhirnya, selama empat tahun berturut-turut, Philips telah dikenal sebagai pemimpin global pada sektor "Personal and Household Goods" di Dow Jones Sustainability Index.
Philips akan mendukung pertemuan UN Climate bulan Desember 2007 ini di Bali dan menggarisbawahi tujuan dan arah dari konferensi tersebut. Sebelum acara itu berlangsung, Theo van Deursen akan mengunjungi Indonesia pada November ini untuk menekankan pentingnya pabrik Philips di Surabaya sebagai satu basis ekspor global. Pabrik ini bukan saja memainkan peran penting pada kampanye manajemen energi, tapi juga memperlihatkan komitmen Philips pada Indonesia sebagai salah satu pasar fokus.

0 Tanggapan:
by Pakto
by misterdarvus
Post a Comment